tugas ekonometrika

Mata kuliah          : Ekonometrika
Nama                    : Nofi Wulandari
NIM                      : 2016020066
smstr/jurusan        :VI/manajemen
Dosen Pengampu : Dr. Supawi  pawenang, SE, MM
Tugas  Akhir Semester VI

Analisis Pengaruh Dividend PershareEarning Persharedan, Book Value Pershare Terhadap Harga Saham
Analisis Regresi Berganda
Secara umum analisis yang dilakukan dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa variabel independen (variabel x) terhadap variabel independen (y). Pada regresi berganda variabel independen yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel dependen (variabel y) jumlahnya lebih dari satu. Regresi berganda berarti variabel tergantung dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,X3,….Xn) .
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah harga saham (y), sedangkan yang menjadi variabel independen adalah dividend pershare (X1), earning pershare (X2) dan book value pershare (X3). Sehingga persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut:
    Y  =  a + b1X+ b2Xb3X+ e
Keterangan :
Y = harga saham
a = intersep (konstanta)
b1 = koefisien regresi variabel independen 1
b2 = koefisien regresi variabel independen 2
b3 = koefisien regresi variabel independen 3
X1 = dividend pershare
X2 = earning pershare
X3 = book value pershare
=  Error term.

    Analisi Korelasi
Yang pertama kita lakukan adalah korelasi. Dalam banyak kasus, banyak peneliti yang tidak terlalu memperdulikan hasil dari analisis korelasi. Karena korelasi berarti hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Sedangkan fokus dalam analisis regresi berganda adalah pengaruh dari variabel dependen terhadap variabel independen.
Adapun analisis korelasi yang penulis gunakan kali ini adalah korelasi Product Momentatau Pearson. Dan kriteria pengukuran dalam kategori koefisien korelasi dapat dirangkum seperti berikut :



Kriteria Korelasi
Nilai r (korelasi)
Kriteria
0,00 – 0,29
Korelasi sangat lemah
0,30 – 0,49
Korelasi lemah
0,50 – 0,69
Korelasi cukup
0,70 – 0,79
Korelasi kuat
0,80 – 1,00
Korelasi sangat kuat
            
Analisis dan Pembahasan
Baiklah mari kita lanjutkan dengan analisi dan pembahasan
Uji Dasar Asumsi Klasik
a.      Uji Normalitas
Uji normalitas dalam kali ini dilakukan dengan beberapa metode seperti berikut:
1)      Grafik normal probability plot
2)      Uji One Sample Kolmogorov Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized Residual
N
80
Normal Parametersa
Mean
.0000000
Std. Deviation
4.64861507E3
Most Extreme Differences
Absolute
.183
Positive
.183
Negative
-.095
Kolmogorov-Smirnov Z
1.634
Asymp. Sig. (2-tailed)
.230
a. Test distribution is Normal.







           Berdasarkan pada hasil output SPSS uji Kolmogrov Smirnov di atas, nilai Asym.Sig (2-tailed) sebesar 0,230, nilai tersebut memenuhi ketentuan sig. (p) > 0,05 (level of signification). Hal ini berarti bahwa data residual berdistribusi normal.
b.      Uji Multikolinieritas
                                                          Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics

Tolerance
VIF

1
(Constant)



DPS
.314
4.283

EPS
.153
5.146

BVPS
.259
5.817

a. Dependent Variable: HS







         Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai VIF (Variance Inflation Factor) masing-masing variabel independen adalah sebesar 4,283 untukdividend pershare (DPS), 5,146 untuk earning pershare (EPS), dan 5,817 untuk book value pershare (BVPS) yang berarti lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang terbentuk terbebas dari masalah multikolinieritas. 
c.       Uji Heteroskedastisitas
1)      Grafik Plot
2)      Uji Glejser
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
815.276
548.493

1.486
.141
DPS
1.805
1.314
.243
1.373
.285
EPS
-.220
.984
-.057
-.224
.754
BVPS
.449
.241
.363
1.867
.235
a. Dependent Variable: RES2





Dasar pengambilan keputusan pada uji glejser adalah sebagai berikut :
Jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05, maka disilmpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Jika nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05, maka disilmpulkan terjadi masalah heteroskedastisitas.
Dengan melihat tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikasi variabel dividend pershare adalah 0,285, nilai signifikasi variabelearning pershare sebesar 0,754 dan nilai signifikasi variabel bookvalue pershare sebesar 0,235 yang berarti lebih besar dari nilai signifikasi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan terbebas dari masalah heteroskedastisitas.

d.      Uji Autokorelasi


Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.937a
.877
.873
4739.47607
2.074
a. Predictors: (Constant), BVPS, DPS, EPS


b. Dependent Variable: HS


Sumber : Data Diolah
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai DW dari persamaan regresi yang terbentuk adalah sebesar 2,074. Sedangkan nilai tabel Durbin-Watson dengan n=80 dan k=3, maka diperoleh nilai dL= 1,560 dan dU=1,7153 sehingga nilai 4-dU = 4-1,7153 = 2,2847, maka nilai DW dari model regresi yang terbentuk pada penelitian ini berada pada area bebas autokorelasi seperti tabel berikut :
Tabel 4.14
Uji Autokorelasi
Ada autokorelasi positif
Tidak dapat diputuskan
Tidak ada autokorelasi
 DW=2,074
Tidak dapat diputuskan
Ada autokorelasi negatif
                        0        dL=1,560       dU=1,715      2      4-dU=2,285   4-dL=2,44        4
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai DW dari model regresi yang terbentuk dari penelitian ini berada pada daerah bebas autokorelasi sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terbebas dari masalah autokorelasi.


Analisis Regresi Berganda
a.      Analisis Korelasi
Correlations



DPS
EPS
BVS
HS

DPS
Pearson Correlation
1
-.150
-.253
.586**

Sig. (2-tailed)

.292
.074
.000

N
80
80
80
80

EPS
Pearson Correlation
-.150
1
.041
-.145

Sig. (2-tailed)
.292

.773
.311

N
80
80
80
80

BVS
Pearson Correlation
-.253
.041
1
-.081

Sig. (2-tailed)
.074
.773

.573

N
80
80
80
80

HS
Pearson Correlation
.586**
-.145
-.081
1

Sig. (2-tailed)
.000
.311
.573


N
80
80
80
80

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).










Dari tabel di atas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
Hubungan atau korelasi antara dividen pershare (X1) dengan harga saham (Y) adalah sebesar 0,586 yang berarti korelasi kuat. Arah hubungan korelasi yang ada adalah arah hubungan positif yang berarti pada saat DPS (X1) mengalami kenaikan, maka harga saham (Y) mengalami kenaikan dan sebaliknya jika dps (X1) mengalami penurunan, harga saham (Y) mengalami penurunan. Nilai signifikasi yang ada adalah 0,000 < 0,05 yang berarti korelasi yang ada adalah korelasi yang signifikan.
Hubungan atau korelasi antara EPS (X2) dengan harga saham (Y) adalah sebesar -0,145 yang berarti korelasi sangat lemah. Arah hubungan korelasi yang ada adalah arah hubungan negatif yang berarti pada saat EPS (X2) mengalami kenaikan, maka harga saham (Y) mengalami penurunan dan sebaliknya jika  EPS (X2) mengalami penurunan, maka harga saham (Y) mengalami kenaikan. Nilai signifikasi yang ada adalah 0,311 > 0,05 yang berarti korelasi yang ada adalah korelasi yang tidak signifikan.  
Hubungan atau korelasi antara BVS (X3) dengan harga saham (Y) adalah sebesar -0,081 yang berarti korelasi sangat lemah. Arah hubungan korelasi yang ada adalah arah hubungan negatif yang berarti pada saat BVS (X3) mengalami kenaikan, maka harga saham (Y) mengalami penurunan dan sebaliknya jika BVS (X3) mengalami penurunan, maka harga saham (Y) mengalami kenaikan. Nilai signifikasi yang ada adalah 0,573 > 0,05 yang berarti korelasi yang ada adalah korelasi yang tidak signifikan.  
b.      Adjusted R2
Berikut adalah nilai Adjusted R2 yang diperoleh dari hasil pengolahan data pada kesempatan kali ini:
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.937a
.877
.873
4739.47607
2.074
a. Predictors: (Constant), BVPS, DPS, EPS


b. Dependent Variable: HS



Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R-Square dari model regresi yang terbentuk dalam penelitian ini adalah sebesar 0,873 yang menunjukan bahwa kemampuan variabel independen (dividend pershare, earning pershare dan book value pershare) dalam menjelaskan variabel dependen (harga saham) adalah sebesar 87,3%, sisanya sebesar 12,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model seperti likuiditas perusahaan, suku bunga, inflasi dan lain-lain.
c.       Uji Simultan
Berikut adalah hasil uji F (uji simultan) yang dilakukan pada kesempatan kali ini:
ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
1.222E10
3
4.073E9
181.313
.000a
Residual
1.707E9
76
2.246E7


Total
1.393E10
79



a. Predictors: (Constant), BVPS, DPS, EPS



b. Dependent Variable: HS





Dari hasil output regresi di atas, dapat dilihat bahwa secara simultan variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel independen. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 181,313 sedangkan nilai F tabel adalah dengan df : α,(k-1),(n-k) atau df : 0,05 (4-1), (80-4) adalah 2,73 yang berarti bahwa F hitung > F tabel. Hal ini juga dapat dilihat dengan  besarnya nilai probabilitas 0,000 yang berarti lebih kecil dari pada tingkat signifikasi yang digunakan yaitu 0,05 atau 5 %, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk memprediksi nilai harga sahamAtau dapat dikatakan bahwa variabel dividend pershare (X1), earning pershare (X2) dan book value pershare (X3), secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel harga saham (Y).
d.      Uji Parsial
Uji t yang dilakukan menggunakan uji dua sisi (two tail test), dengan α = 5%, maka diperoleh t tabel sebagai berikut :
t tabel (t kritis) =  |α ; df = (n-k)|
                         = 5% ; df = (80-3)
                         = 0,05 ; df = 77
                         = 1,665
Selain membandingkan nilai t tabel dengan t hitung, untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dalam penelitian ini juga dilakukan dengan melihat nilai probabilitas masing-masing variabel independen. Apabila nilai probabilitas variabel independen lebih kecil dari tingkat signifikasi yang digunakan yaitu 5% atau 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan variabel dependen terhadap variabel independen.
Berikut adalah hasil uji t (uji parsial) yang dilakukan dalam kesempatan kali ini:
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-506.421
800.505

-.759
.450
DPS
5.731
1.918
.248
4.245
.000
EPS
3.824
1.436
.282
3.742
.001
BVPS
3.151
.351
.479
5.271
.000
a. Dependent Variable: HS





Dengan membandingkan nilai t tabel dengan t hitung dan melihat nilai probabilitas nilai probabilitas masing-masing variabel independen, maka dapat ditarik kesimpulan:
1)      Uji parsial terhadap variabel dividend pershare
Dengan melihat nilai t hitung (t statistik) dividend pershare sebesar 4,245 yang berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,665 dengan probabilitas 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai α = 0,05, maka berarti bahwa variabel dividend pershare mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel harga saham.
2)      Uji parsial terhadap variabel earning pershare
Dengan melihat nilai t hitung (t statistik) earning pershare sebesar 3,742 yang berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,665 dengan probabilitas 0,001 yang berarti lebih kecil dari nilai α = 0,05, maka berarti bahwa variabel earning pershare mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel harga saham.
3)      Uji parsial terhadap variabel book value pershare
Dengan melihat nilai t hitung (t statistik) book value pershare sebesar 5,271 yang berarti lebih besar dari nilai t tabel 1,665 dengan probabilitas 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai α = 0,05, maka berarti bahwa variabel book value pershare mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel harga saham.
e.       Bentuk Persamaan Regresi
Berdasarkan penjelasan di atas, maka persamaan regresi yang terbentuk adalah:
Y  = -506,421 + 5,731DPS + 3,824EPS 3,151BVPS.
Nilai konstanta sebesar -506,421 menunjukan bahwa jika variabel independen yang terdiri dari dividend pershareearning pershare danbook value pershare bernilai 0, maka nilai dari harga saham adalah -506,421.
Nilai koefisien Xatau dividend pershare adalah sebesar 5,731menunjukan bahwa jika variabel dividend pershare mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka akan menaikan nilai harga saham sebesar 5,731 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain konstan atau tetap.
Nilai koefisien Xatau earning pershare adalah sebesar 3,824 menunjukan bahwa jika variabel earning pershare mengalami kenaikan sebesar satu persen, maka akan menaikan nilai harga saham sebesar 3,824 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain konstan atau tetap.
Nilai koefisien Xatau book value pershare adalah sebesar 3,151menunjukan bahwa jika variabel book value pershare mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka akan menaikan nilai harga saham sebesar 3,151 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain konstan atau tetap

NB: Data tabulasi dalam jurnal ini tidak semua data asli perusahaan

Komentar